Sabtu, 22 Februari 2014

MY BROTHER MY LOVELY



Aku melihat sekelilingku, bagaimana teman-temanku begitu histeris dengan sesosok orang yang keluar dari lorong kampus, mereka berebut untuk bisa berjabat tangan atau hanya sekedar memintai foto bahkan tanda tangan,dari laki-laki itu, dia adalah “YORDAN” idola kampusku. Atlet basket, bahkan dia adalah satu-satunya atlet basket yang mampu menembus dunia olah raga basket internasional, diapun juga mendapat beasiswa di USA ,siang itu,hanya aku wanita yang tidak menyambut kedatangan yordan di antara teman-temanku, aku memilih untuk menyibukkan diri dengan leptop mungilku sembari mendengarkan lagu-lagu kenanganku waktu SMA,
Suara teriakan itu semakin terdengar dekat di telingaku,rupanya itu adalah suara penggemar yordan yang berebut untuk meminta foto dengannya, tak berapa lama kulihat dihadapanku yordan menghentikan langkahnya tepat didepanku, dan menlontarkan senyumnya untukku, namun aku hanya diam dan pura-pura tidak mengetahui bahwa dia sedang memandangku, diapun pergi dengan senyuman pahit dari bibir merahnya, sambil matanya melihat kearahku,
“Nin, kamu kenapa sih, liat tuh yordan ganteng banget lewat didepanmu aja kamu sama sekali ndak nggubris, ihh kamu yahh normal enggak sih liat tuh yang  lainnya ada pada kejar-kejaran sama dia, kamu malah menyendiri sambil liatin fotomu jaman SMA ihh apa’an sih “ ucap retta yang juga begitu fanatic dengan Yordan ,,, namun ucapan retta hanya ku jawab dengan senyuman lebar sambil berkata “suatu saat nanti baru kamu tau rett,ahhahahah” retapun bingung dan marah karna meskipun dia sahabatku banyak  hal yang masih aku rahasiakan darinya, bahkan masalah “Yordan”.
Siang itu aku berjalan ke arah ruangan dosenku, namun tak sengaja aku menabrak salah seorang dari seniorku, tak berfikir panjang lebar aku langsug minta maaf sambl menodongkan tanganku ke arahnya,sambil menunduk dengan gugup aku meminta maaf kepada senior yang aku tabrak tadi, namun seniorku tadi malah justru memegang tanganku sambil menyebut namaku “Vernindya” terdengar jelas bahwa itu adalah namaku, sontak matakupun langsung menuju ke arahnya, aku langsung melepaskan genggamannya lalu pergi. Jam kuliahkupun telah usai, aku langsung bergegas untuk ke bawah sambil menarik retta, namun retta menghentikan langkahnya sambil mengajakku duduk di sebuah gazebo dekat kelas yordan..
“nin tadi aku ngelihat yordan, tapii...” retapun memotong ucapannya sambil menatapku siniss “aku tadi glihat dia lagi sama kamu, dia kayaknya lagi megang tanganmu, dan kamu juga langsung pergi, kamu sebenernya kenal sama dia?” retta meneruskan cuapannya sambil memohonku untuk menjawab pertanyannya. Namun aku hanya senyum dan berkata “kamu salah lihat, mana mungkin dia kenal sama aku, dia kan seniorku,lagian dia an tenar,ya gak mungkinlah inget atau sekedar tau satu persatu anak-anak yang ada di kampus ini,udah ahh pulang aja yukk” aku menarik retta pulang, namun retta tetap memaksaku untuk berkata jujur retta lantas meneruskan ucapanny “vernindya,udah berapa lama kita temenan? Kenapa kamu masih juga gak mau jujur sama aku nindy? Kamu tau darimana yordan tadi? “ retapun memegang tanganku, dan memohonku untuk berkata jjur , seketika itu pula entah kenapa air mataku tiba-tiba keluar dari mata indahku, entah kenapa hatiku sakit mendengar ucapan retta, dan entah kenapa rasanya bibir ini dipaksa untuk berteriak, akupun langsung meninggalkan retta dan berlari ke arah mobilku, aku mengendarainya dengan kencang ke arah rumah, sesampainya di rumah aku langsung pergi ke kamar dan menangis sambil berteriak,, “AKU BENCI MASA LALUKU,AKU BENCI PERSAANKU,DAN AKU BENCI KAMU YORDAN!!!!!!!” mendengar teriakanku mamahku langsung masuk ke kamarku dan memelukku,”nindy,kamu inget lagi ya?” mama begitu tau bagaimana perasaanku,”ma,dia ndak tau,bagaimana usaha aku untuk nglupain dia, dia ndak pernah tau gimana perasaanku saat nglihat dia lagi, kalau tau aku bakalan satu kampus sama dia, aku nggak bakalan pernah mau buat kuliah di situ mah.” “Pokoknya untk saat ini aku nggak mau ngampus dulu, sampek perasaanku tenang ya mah.” Mamapun langsung mengiya-kan dan meninggalkanku untuk sendiri dikamar. Sudah sekitar seminggu ini aku tidak pergi ke kampus,retta-pun bermaksud untuk menjengukku, dan mengetahui keadaanku
Tok tok tok suara ketukan pintu itu membangunkanku,tampaknya retta sudah siaga di depan pintu “good morning my beloved” suara reta memaksaku untuk bangun dari kasur empukku. “hay,kamu sarapan dulu gih, di bawah udah ditunggu mamah papah sama verdikka,jangan lupa mandi dulu,, hari ini aku maksa kamu buat ngampus, kamu udah ketinggalan mata kuliah banyak banget sayang.” Retta berbicara panjang lebar, sambil melihatku dan memaksaku untuk turun dari kasur dan di dorongnya aku ke arah kamar mandi di pojok kamarku. Tanpa menjawab ucapan reta akupun pergi dan masuk ke dalam kmar mandi “kamu masih bete ya? Nindi jawb nindi,okee maafin aku kalo aku pengen tau banget masalah masa lalu kamu dulu”....reta memegang tanganku sambil matanya berkaca-kaca karna dia merasa bersalah..”udah stop, kita turun sarapan, dan jangan pernah bahas itu lagi” ujarku sambil menariknya turun dan mengajaknya untuk sarapan..
            Setelah sarapan akupun kembali dalam rutinitas awal,kuliah,dan konsentrasi dengan sebuah novel yang sedang ku kerjakan, memang selama seminggu setelah kejadianku ngambek kemarin rencana mengarang cerita untuk novelku terpaksa break dulu, karna aku nggak tau apa yang bakalan aku tulis, “tuhan beri aku moodboster biar bisa lancar ngerjain novelku ini,, shitt seminggu break bikin aku nggak bisa mikir” aku ngomel sendiri sambil menghadap laptop.  Dengan setia retta menemaniku dan selalu memberikan komentarnya untuk cerita yang aku tulis,, 
            Tiba-tiba disela-sela waktuku beristirahat, sudah tergeletak di tempat dudukku sekuntum mawar putih bunga kesukaanku, dan tanpa pengirim. Dia hanya meninggalkan mawar itu di mejaku,sambil disampingnya terdapat coklat belagio kesukaanku. “temen-temen ada yang tau enggak, sapa yang naroh ini ditempat duduk gue” teman-temanku menggelengkan kepala.
            Hari semakin sore, hari ini aku mutusin buat pulang ke tempat kos-ku karna banyak banget tanggungan mata kuliah yang belum aku kerjain,aku membayangkan bagaimana kalau aku mengerjakannya dirumah,pasti si cowok usil verdikka selalu menggangguku, kakak laki-laki yang selalu bikin aku ketawa tapi ngeselin.
            Verdikka dulu adalah teman yordan, namun suatu ketika gara-gara kejadian 3 tahun silang membuat persahabatan mereka hancur, verdikka tidak menginginkan adiknya sakit,,bahkan dia pernah menghajar yordan sampai yorda masuk rmah sakit,
            Di tempatku kos, juga terlalu berisik,anak-anak semua membicarakan yordan, dan itu bikin aku nggak mood, aku langsug keluar kos untuk mencari suasana tenang agar aku bisa ngerjain tugas mata kuliahku,, aku pergi ke taman lampion dengan membawa laptopku untuk mengerjakan tugas-tugasku. Aku dikagetkan oleh sesosok anak kecil yang lagi-lagi membawakanku mawar putih berserta coklat, “kak ini buat kakak,” ujar anak kecil itu,tapi dia langsung berlalu pergi meninggalkanku “haduh, gimana sih aku kan belum tanya siapa yang ngasih ini, udah main nylonong aja” ujarku kesal,, aku mencoba mengikuti anak laki-laki kecil itu, dan aku melihatnya sedang duduk di dekat air pancuran taman, nampak disebelahnya telah ada sosok laki-laki yang tidak asing untukku. “dek,ini dari siapa?” Ujarku pada anak kecil itu, “dari kak yordan kak” anak kecil polos itupun berbicara dengan tenang dan menjelaskan kepadaku bahwa selama ini yang mengirimiku bunga setiap pagi, siang dan malam adalah yordan.
            “bulannya cantik ya nin,” ujar yordan padaku “udah nggak usah basa-basi lah, ngapain lo ngasih mawar sama coklat ini buat gue? Mau bikin gue sensara lagi?” aku menjawab ucapan yordan dengan nada agak tinggi, air mataku keluar halus,jari tanganku terasa dingin, dan jantungku pun sangat kencang berdegup. “kamu bisa enggak sekali aja kasih kesempatan aku buat ngomong nin?” ujar yordan sabar “oke ngomong aja, 5 menit dari sekarrang” jawabku kasar. “besuk aku mau berangkat ke washinton dc buat pelatihan basket disana, jaga diri baik baik ya nin.. inget sayang ini ke kmu nggak akan pernah hilang,sampai mata tertutup lagi,sampai matahari tak menampakkan sinarnya lagi, dan sampek darah ini terus mengalir di tubuh ini, perasaanku nggak akan pernah berubah”  setelah menghentikan ucapannya yordan langsung berlalu pergi meninggalkanku.
            Namun air mata ini tak sanggup ditahan,aku berlari dan memeluknya dari belakang sambil kubisikan padanya “hingga detik  ini aku tak kuasa,menahan kerasnya degup’an jantungku tiap aku disampingmu yordan vernanda arya prawira” dia lantas membalikan badan sambil memberkan pelukan hangatnya padaku, mengecup keningku,, malam itu adalah malam,yang membuatku melupakan sejenak amarahku pada yordan, dan malam itu pula adalah malam dimana aku mulai membuka diri untuk yordan .. selama ini aku berusaha menghindari,dan membencinya karna suatu hal yang membuatku menangis jika mengingatnya
            Sore itu yordan duduk sambil membawa koper, dia menungguku di depan kampus sembari beramitan untuk ke airport, pergi meraih impian besarnya untuk menjadi pemain basket internasional. Dengan bangga ku peluk tubuh kekarnya “SELAMAT JALAN KAKAK,SELAMAT JALAN KEKASIHKU,SELAMAT JALAN IMPIAN MASA DEPANKU” aku menangis terisak sambil memeluk yordan.. dia hanya meninggalkan kecupan dikeningku,dan ciuman mesra di bibir merahku, lalu dia berkata”sejauh apapun kamu menghindar,seberapapun kamu menjauhiku,hasilnya akan tetep sama, endingnya bakalan sama,,kita emang sudah terlanjur saling mencintai,dan kita tidak ditakdirkan untuk saling berjauhan,tapi kita juga tidak ditakdirkan untuk saling memiliki,jaga diri adikku,kekasihku,impian masa depanku,tahun depan aku kembali dengan 1000 piagam yang akan kubawakan untukmu” ujar yordan sambil berjalan membawa kopernya menuju pesawat yang akan mengantarnya mendekatkan dirinya dengan impiannya...
            Malamnya aku memaksa reta untuk tidur dirumahku,”ret sekarag saatnya aku berbagi cerita tentang yordan,pasti kamu penasaran kenapa selama ini aku membencinya, dan kenapa pula tiba tiba aku malah begitu degat dengannya sebelum dia berangkat ke luar negri” ujarku pada retta “iyya nin, jujur aku nggak tau jalan fikiran kamu, aku bingung nglihat kamu sama yordan tadi, kalian kelihatan sangat akrab, bahkan dia nyium kamu nindy, apa yang terjadi?” ujar retta penasaran ,, aku membuka jlan ceritaku pada retta
“yordab dulu adalah kekasihku,sewaktu aku SMA, aku menjalin hubungan dengannya sudah sekitar 3 tahun, bahkan keluarga kita saling merestui, kita sudah seperti pasangan yang lengket dan tak bisa terpisahkan” ujarku membuka jalannya cerita, “lalu apa yang terjadi?” retta makin penasaran
             “sampai suatu ketika yordan membawakanku kepucuk surat yang sampai saat ini masih aku simpan dalam almariku, surat itu berisi tentang asal mulaku,aku ternyata bukan anak kandung dari mama dan papa, aku bkan adik kandung dari verdikka,aku diadopsi dari sebuah panti asuhan di daerah banjarmasin, dan aku juga baru mengetahui itu dari yordan, sebelumnya mama dan papa tidak pernah membicarakan ini padaku, bayangkan bagaimana sakitnya aku saat itu,aku sudah menganggap mama dan papa adalah keluargaku, mereka yang merawatku dan menyayangiku sejak aku kecil, mereka selalu memberikan yang terbaik untukuu,namun ternyata mereka bukan keluarga kandungku”
aku menjelaskan tentang masa laluku sambil isak tangis mengiringi ucapanku pada retta, retta terkaget mengetahui bahwa aku bukan anak kandung dari mama dan papa, bahkan air mata rettapun keluar dengan sendirinya saat aku menjelaskan tentang diriku pada reta “ya tuhann,, vernindia apa yang sebenarnya terjadi.. ya tuhan ku tau bagaimana perasaanmuu nindyy,, “ retta makin penasaran dan melontarkan beribu bertanyaan padaku “bukan hanya itu yang membuatku sakit rett,tapi karna aku merasa dibohongi, yordan sudah mengetahui tentang hal itu sudah sekitar 2 tahun setelah kita pacaran,bayangkan berapa lama yordan nyimpen ini semua,dan bukan Cuma hal itu retta” ujarku “lalu apa ?” jawab retta singkat “yordan adalah kakakku,kakak kandungku, mama yordan adalah mamaku, dan papa yordan adalah papaku, aku diculik ketika aku bayi, dari keluarga yordan,kemudian aku dibawa ke panti asuhan di daerah banjarmasin, dan diadopsi oleh mamah dan papah” ujarku halus, aku semakin menangis,semakin mengingat, kejadian 4 tahun silang, bayangkan aku sudah terlanjur mencintai,sudah terlanjur membina,separuh hatiku sudah kuberikan pada yordan, aku mencintainya dan dia mencintaiku, tapi salah bila rasa ini dipertahankan, salah rasa sayang ini, salah perasaan ini, cintaku mati, cinta yordanpun telah mati untuku,tes DNA yang membuktikan bahwa kita bersaudara, merenggut impian masa depan kita untuk bersama sebagai seorang pasangan,,,.......aku tetap memilih untuk tinggal dengan orng tua angkatku,karna merekalah yang merawatku sejak aku kecil sampai aku tumbuh dewasa .. ......


(IRA ANDRA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar