Aku melihat sekelilingku, bagaimana
teman-temanku begitu histeris dengan sesosok orang yang keluar dari lorong
kampus, mereka berebut untuk bisa berjabat tangan atau hanya sekedar memintai
foto bahkan tanda tangan,dari laki-laki itu, dia adalah “YORDAN” idola
kampusku. Atlet basket, bahkan dia adalah satu-satunya atlet basket yang mampu
menembus dunia olah raga basket internasional, diapun juga mendapat beasiswa di
USA ,siang itu,hanya aku wanita yang tidak menyambut kedatangan yordan di
antara teman-temanku, aku memilih untuk menyibukkan diri dengan leptop mungilku
sembari mendengarkan lagu-lagu kenanganku waktu SMA,
Suara teriakan itu semakin terdengar dekat di
telingaku,rupanya itu adalah suara penggemar yordan yang berebut untuk meminta
foto dengannya, tak berapa lama kulihat dihadapanku yordan menghentikan
langkahnya tepat didepanku, dan menlontarkan senyumnya untukku, namun aku hanya
diam dan pura-pura tidak mengetahui bahwa dia sedang memandangku, diapun pergi
dengan senyuman pahit dari bibir merahnya, sambil matanya melihat kearahku,
“Nin, kamu kenapa sih, liat tuh yordan ganteng
banget lewat didepanmu aja kamu sama sekali ndak nggubris, ihh kamu yahh normal
enggak sih liat tuh yang lainnya ada
pada kejar-kejaran sama dia, kamu malah menyendiri sambil liatin fotomu jaman
SMA ihh apa’an sih “ ucap retta yang juga begitu fanatic dengan Yordan ,,,
namun ucapan retta hanya ku jawab dengan senyuman lebar sambil berkata “suatu
saat nanti baru kamu tau rett,ahhahahah” retapun bingung dan marah karna meskipun
dia sahabatku banyak hal yang masih aku
rahasiakan darinya, bahkan masalah “Yordan”.
Siang itu aku berjalan ke arah ruangan
dosenku, namun tak sengaja aku menabrak salah seorang dari seniorku, tak
berfikir panjang lebar aku langsug minta maaf sambl menodongkan tanganku ke
arahnya,sambil menunduk dengan gugup aku meminta maaf kepada senior yang aku
tabrak tadi, namun seniorku tadi malah justru memegang tanganku sambil menyebut
namaku “Vernindya” terdengar jelas bahwa itu adalah namaku, sontak matakupun langsung
menuju ke arahnya, aku langsung melepaskan genggamannya lalu pergi. Jam
kuliahkupun telah usai, aku langsung bergegas untuk ke bawah sambil menarik
retta, namun retta menghentikan langkahnya sambil mengajakku duduk di sebuah
gazebo dekat kelas yordan..
“nin tadi aku ngelihat yordan, tapii...”
retapun memotong ucapannya sambil menatapku siniss “aku tadi glihat dia lagi
sama kamu, dia kayaknya lagi megang tanganmu, dan kamu juga langsung pergi,
kamu sebenernya kenal sama dia?” retta meneruskan cuapannya sambil memohonku
untuk menjawab pertanyannya. Namun aku hanya senyum dan berkata “kamu salah
lihat, mana mungkin dia kenal sama aku, dia kan seniorku,lagian dia an tenar,ya
gak mungkinlah inget atau sekedar tau satu persatu anak-anak yang ada di kampus
ini,udah ahh pulang aja yukk” aku menarik retta pulang, namun retta tetap
memaksaku untuk berkata jujur retta lantas meneruskan ucapanny “vernindya,udah
berapa lama kita temenan? Kenapa kamu masih juga gak mau jujur sama aku nindy?
Kamu tau darimana yordan tadi? “ retapun memegang tanganku, dan memohonku untuk
berkata jjur , seketika itu pula entah kenapa air mataku tiba-tiba keluar dari
mata indahku, entah kenapa hatiku sakit mendengar ucapan retta, dan entah
kenapa rasanya bibir ini dipaksa untuk berteriak, akupun langsung meninggalkan
retta dan berlari ke arah mobilku, aku mengendarainya dengan kencang ke arah
rumah, sesampainya di rumah aku langsung pergi ke kamar dan menangis sambil
berteriak,, “AKU BENCI MASA LALUKU,AKU BENCI PERSAANKU,DAN AKU BENCI KAMU
YORDAN!!!!!!!” mendengar teriakanku mamahku langsung masuk ke kamarku dan
memelukku,”nindy,kamu inget lagi ya?” mama begitu tau bagaimana
perasaanku,”ma,dia ndak tau,bagaimana usaha aku untuk nglupain dia, dia ndak
pernah tau gimana perasaanku saat nglihat dia lagi, kalau tau aku bakalan satu
kampus sama dia, aku nggak bakalan pernah mau buat kuliah di situ mah.”
“Pokoknya untk saat ini aku nggak mau ngampus dulu, sampek perasaanku tenang ya
mah.” Mamapun langsung mengiya-kan dan meninggalkanku untuk sendiri dikamar.
Sudah sekitar seminggu ini aku tidak pergi ke kampus,retta-pun bermaksud untuk
menjengukku, dan mengetahui keadaanku
Tok tok tok suara ketukan pintu itu
membangunkanku,tampaknya retta sudah siaga di depan pintu “good morning my
beloved” suara reta memaksaku untuk bangun dari kasur empukku. “hay,kamu
sarapan dulu gih, di bawah udah ditunggu mamah papah sama verdikka,jangan lupa
mandi dulu,, hari ini aku maksa kamu buat ngampus, kamu udah ketinggalan mata
kuliah banyak banget sayang.” Retta berbicara panjang lebar, sambil melihatku
dan memaksaku untuk turun dari kasur dan di dorongnya aku ke arah kamar mandi
di pojok kamarku. Tanpa menjawab ucapan reta akupun pergi dan masuk ke dalam
kmar mandi “kamu masih bete ya? Nindi jawb nindi,okee maafin aku kalo aku
pengen tau banget masalah masa lalu kamu dulu”....reta memegang tanganku sambil
matanya berkaca-kaca karna dia merasa bersalah..”udah stop, kita turun sarapan,
dan jangan pernah bahas itu lagi” ujarku sambil menariknya turun dan
mengajaknya untuk sarapan..
Setelah
sarapan akupun kembali dalam rutinitas awal,kuliah,dan konsentrasi dengan
sebuah novel yang sedang ku kerjakan, memang selama seminggu setelah kejadianku
ngambek kemarin rencana mengarang cerita untuk novelku terpaksa break dulu,
karna aku nggak tau apa yang bakalan aku tulis, “tuhan beri aku moodboster biar
bisa lancar ngerjain novelku ini,, shitt seminggu break bikin aku nggak bisa
mikir” aku ngomel sendiri sambil menghadap laptop. Dengan setia retta menemaniku dan selalu
memberikan komentarnya untuk cerita yang aku tulis,,
Tiba-tiba
disela-sela waktuku beristirahat, sudah tergeletak di tempat dudukku sekuntum
mawar putih bunga kesukaanku, dan tanpa pengirim. Dia hanya meninggalkan mawar
itu di mejaku,sambil disampingnya terdapat coklat belagio kesukaanku.
“temen-temen ada yang tau enggak, sapa yang naroh ini ditempat duduk gue” teman-temanku
menggelengkan kepala.
Hari
semakin sore, hari ini aku mutusin buat pulang ke tempat kos-ku karna banyak
banget tanggungan mata kuliah yang belum aku kerjain,aku membayangkan bagaimana
kalau aku mengerjakannya dirumah,pasti si cowok usil verdikka selalu
menggangguku, kakak laki-laki yang selalu bikin aku ketawa tapi ngeselin.
Verdikka
dulu adalah teman yordan, namun suatu ketika gara-gara kejadian 3 tahun silang
membuat persahabatan mereka hancur, verdikka tidak menginginkan adiknya
sakit,,bahkan dia pernah menghajar yordan sampai yorda masuk rmah sakit,
Di
tempatku kos, juga terlalu berisik,anak-anak semua membicarakan yordan, dan itu
bikin aku nggak mood, aku langsug keluar kos untuk mencari suasana tenang agar
aku bisa ngerjain tugas mata kuliahku,, aku pergi ke taman lampion dengan
membawa laptopku untuk mengerjakan tugas-tugasku. Aku dikagetkan oleh sesosok
anak kecil yang lagi-lagi membawakanku mawar putih berserta coklat, “kak ini
buat kakak,” ujar anak kecil itu,tapi dia langsung berlalu pergi meninggalkanku
“haduh, gimana sih aku kan belum tanya siapa yang ngasih ini, udah main
nylonong aja” ujarku kesal,, aku mencoba mengikuti anak laki-laki kecil itu,
dan aku melihatnya sedang duduk di dekat air pancuran taman, nampak
disebelahnya telah ada sosok laki-laki yang tidak asing untukku. “dek,ini dari
siapa?” Ujarku pada anak kecil itu, “dari kak yordan kak” anak kecil polos
itupun berbicara dengan tenang dan menjelaskan kepadaku bahwa selama ini yang
mengirimiku bunga setiap pagi, siang dan malam adalah yordan.
“bulannya
cantik ya nin,” ujar yordan padaku “udah nggak usah basa-basi lah, ngapain lo
ngasih mawar sama coklat ini buat gue? Mau bikin gue sensara lagi?” aku
menjawab ucapan yordan dengan nada agak tinggi, air mataku keluar halus,jari
tanganku terasa dingin, dan jantungku pun sangat kencang berdegup. “kamu bisa
enggak sekali aja kasih kesempatan aku buat ngomong nin?” ujar yordan sabar
“oke ngomong aja, 5 menit dari sekarrang” jawabku kasar. “besuk aku mau
berangkat ke washinton dc buat pelatihan basket disana, jaga diri baik baik ya
nin.. inget sayang ini ke kmu nggak akan pernah hilang,sampai mata tertutup
lagi,sampai matahari tak menampakkan sinarnya lagi, dan sampek darah ini terus
mengalir di tubuh ini, perasaanku nggak akan pernah berubah” setelah menghentikan ucapannya yordan langsung
berlalu pergi meninggalkanku.
Namun
air mata ini tak sanggup ditahan,aku berlari dan memeluknya dari belakang
sambil kubisikan padanya “hingga detik
ini aku tak kuasa,menahan kerasnya degup’an jantungku tiap aku
disampingmu yordan vernanda arya prawira” dia lantas membalikan badan sambil
memberkan pelukan hangatnya padaku, mengecup keningku,, malam itu adalah
malam,yang membuatku melupakan sejenak amarahku pada yordan, dan malam itu pula
adalah malam dimana aku mulai membuka diri untuk yordan .. selama ini aku
berusaha menghindari,dan membencinya karna suatu hal yang membuatku menangis
jika mengingatnya
Sore
itu yordan duduk sambil membawa koper, dia menungguku di depan kampus sembari
beramitan untuk ke airport, pergi meraih impian besarnya untuk menjadi pemain
basket internasional. Dengan bangga ku peluk tubuh kekarnya “SELAMAT JALAN
KAKAK,SELAMAT JALAN KEKASIHKU,SELAMAT JALAN IMPIAN MASA DEPANKU” aku menangis
terisak sambil memeluk yordan.. dia hanya meninggalkan kecupan dikeningku,dan
ciuman mesra di bibir merahku, lalu dia berkata”sejauh apapun kamu
menghindar,seberapapun kamu menjauhiku,hasilnya akan tetep sama, endingnya
bakalan sama,,kita emang sudah terlanjur saling mencintai,dan kita tidak
ditakdirkan untuk saling berjauhan,tapi kita juga tidak ditakdirkan untuk
saling memiliki,jaga diri adikku,kekasihku,impian masa depanku,tahun depan aku
kembali dengan 1000 piagam yang akan kubawakan untukmu” ujar yordan sambil
berjalan membawa kopernya menuju pesawat yang akan mengantarnya mendekatkan
dirinya dengan impiannya...
Malamnya
aku memaksa reta untuk tidur dirumahku,”ret sekarag saatnya aku berbagi cerita
tentang yordan,pasti kamu penasaran kenapa selama ini aku membencinya, dan
kenapa pula tiba tiba aku malah begitu degat dengannya sebelum dia berangkat ke
luar negri” ujarku pada retta “iyya nin, jujur aku nggak tau jalan fikiran
kamu, aku bingung nglihat kamu sama yordan tadi, kalian kelihatan sangat akrab,
bahkan dia nyium kamu nindy, apa yang terjadi?” ujar retta penasaran ,, aku
membuka jlan ceritaku pada retta
“yordab dulu adalah
kekasihku,sewaktu aku SMA, aku menjalin hubungan dengannya sudah sekitar 3
tahun, bahkan keluarga kita saling merestui, kita sudah seperti pasangan yang
lengket dan tak bisa terpisahkan” ujarku membuka jalannya cerita, “lalu apa
yang terjadi?” retta makin penasaran
“sampai suatu ketika yordan membawakanku
kepucuk surat yang sampai saat ini masih aku simpan dalam almariku, surat itu
berisi tentang asal mulaku,aku ternyata bukan anak kandung dari mama dan papa,
aku bkan adik kandung dari verdikka,aku diadopsi dari sebuah panti asuhan di
daerah banjarmasin, dan aku juga baru mengetahui itu dari yordan, sebelumnya
mama dan papa tidak pernah membicarakan ini padaku, bayangkan bagaimana
sakitnya aku saat itu,aku sudah menganggap mama dan papa adalah keluargaku, mereka
yang merawatku dan menyayangiku sejak aku kecil, mereka selalu memberikan yang
terbaik untukuu,namun ternyata mereka bukan keluarga kandungku”
aku menjelaskan
tentang masa laluku sambil isak tangis mengiringi ucapanku pada retta, retta
terkaget mengetahui bahwa aku bukan anak kandung dari mama dan papa, bahkan air
mata rettapun keluar dengan sendirinya saat aku menjelaskan tentang diriku pada
reta “ya tuhann,, vernindia apa yang sebenarnya terjadi.. ya tuhan ku tau
bagaimana perasaanmuu nindyy,, “ retta makin penasaran dan melontarkan beribu
bertanyaan padaku “bukan hanya itu yang membuatku sakit rett,tapi karna aku
merasa dibohongi, yordan sudah mengetahui tentang hal itu sudah sekitar 2 tahun
setelah kita pacaran,bayangkan berapa lama yordan nyimpen ini semua,dan bukan
Cuma hal itu retta” ujarku “lalu apa ?” jawab retta singkat “yordan adalah
kakakku,kakak kandungku, mama yordan adalah mamaku, dan papa yordan adalah
papaku, aku diculik ketika aku bayi, dari keluarga yordan,kemudian aku dibawa
ke panti asuhan di daerah banjarmasin, dan diadopsi oleh mamah dan papah”
ujarku halus, aku semakin menangis,semakin mengingat, kejadian 4 tahun silang,
bayangkan aku sudah terlanjur mencintai,sudah terlanjur membina,separuh hatiku
sudah kuberikan pada yordan, aku mencintainya dan dia mencintaiku, tapi salah
bila rasa ini dipertahankan, salah rasa sayang ini, salah perasaan ini, cintaku
mati, cinta yordanpun telah mati untuku,tes DNA yang membuktikan bahwa kita
bersaudara, merenggut impian masa depan kita untuk bersama sebagai seorang
pasangan,,,.......aku tetap memilih untuk tinggal dengan orng tua
angkatku,karna merekalah yang merawatku sejak aku kecil sampai aku tumbuh
dewasa .. ......
(IRA ANDRA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar